| Saturday, May 17, 2008 |
| Hari Buku Nasional |
Selamat Hari Buku Nasional 17 Mei
What will you plan with your books?

  Labels: dunia buku |
| posted by dianz @ 4:24 AM
|
|
|
|
|
| Wednesday, May 07, 2008 |
| Islamic Book Fair 2008 |
Assalamualaikum all...!Lama ye ga ketemu :). Maklumlah diriku ini sekarang lagi (sok) sibuk. Nggak sempetlah posting-posting. Walaupun sebenernya banyak sih yang mau dibagiin... tapi selalu nggak ada ide gimana menyampaikannya. Akhirnya selalu tentang buku dan buku yang saya postingkan. Ya.. kalau dalam hal buku sih saya nggak pernah kehabisan ide :DNah, kali ini saya mau bercerita (lagi) tentang buku. Tepatnya tentang Pameran Buku Islam kemarin. Diselenggarakan dari tanggal 29 April sampai 5 Mei di Landmark Convention Hall, Jl. Braga Bandung. Ini lho buku-buku yang saya beli:1. Arsitek Peradaban oleh HM. Anis Matta, Lc. Tulisan-tulisan Anis Matta ini WAJIB saya koleksi. Soalnya inspiring BGT.2. Jangan ke Dokter Lagi! oleh Dr. Tauhid Nur Azhar & Bambang Trim. Kalo pembaca betul-betul menjalankan semua 'nasihat' ini, niscaya para Dokter jatuh bangkrut hehehe...3. Cambuk Hati oleh Dr. Aidh Abdullah Al-Qarni. Ini dia tulisan penyejuk hati, wajib ada dalam koleksi.4. Tafsir Juz 'Amma oleh Khalid Abdurrahman Al Akk. Ini buku tafsir yang sederhana. Nggak serumit Fizhilalih Qur'annya Sayyid Quthub gitu... Gampang dibawa-bawa juga soalnya nggak terlalu tebal.5. Aneka Resep Masakan Jawa oleh Pipit M & Vika D. Ini BUKAN pilihan saya. Yang milih ini adik saya yang centil tea hehe, yang 'cewek' banget itu...6. Three Lions Roar oleh Umut Oztruk. Ini yang milih adik lelaki saya, tentu saja ini buku tentang sepak bola. Adik saya ini kalo beli buku, pastilah yang ada kaitannya dengan bola. Duhai Sahabat, adakah yang bisa mengalihkan minat adik saya daripada sekedar bola, bola dan bola...?7. Perempuan Batu oleh Tariq Ali8. Seorang Sultan di Palermo oleh Tariq AliSaya sebenernya tidak terlalu 'ngefans' sama Tariq Ali dan novel2nya ini. Saya beli 2 novel terakhirnya ini demi (demi gitu lho!) melengkapi koleksi novel Tetralogi Tariq Ali. Saya udah beli yang pertama dan keduanya... jadi, ya gt deh!9. Murid Istimewa oleh Torey Hayden. Ya Allaah... inilah novel Torey Hayden yang pertama kali saya miliki. Dulu saya nggak begitu ngeh sama buku ini. Setelah membaca salah satu bukunya pada awal 2008 lalu, saya langsung ngefaaans banget sama orangnya dan buku-bukunya. Sungguh iri dan menyesal ketika saya tahu bahwa pada tahun 2004 lalu Ibu Torey Hayden datang ke Bandung: menyesal karena ketinggalan info dan nggak bisa ketemu langsung. Aduuh... bener2 iri sama mereka yang foto bareng n dapet TTDnya. Pokoke saya HARUS mengkoleksi semua buku2nya. Semoga bulan July nanti semua bukunya itu sudah tersusun rapi di rak bukuku :)10. Maverick oleh Cheri L. Florance. Saya lagi baca nih. Sungguh kisah yang menyentuh para Ibu, khususnya Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Wahai para Ibu, jangan putus asa, harapan selalu ada!11. A Journey to Islam oleh Shifa Mustapha. 12. Poster Children of Heaven (perjuangan anak-anak Palestine..)Yah.. itu sajalah buku-buku yang bisa saya beli. Pengennya sih beli lebih banyak. Sayang saya nggak bawa karung goni untuk mengangkutnya haha.. (alah.. bilang aja kagak ada duit lagi, hehehe...) Labels: dunia buku |
| posted by dianz @ 11:58 PM
|
|
|
|
|
| Monday, March 24, 2008 |
| Life of Pi |
Judul Buku: Life of Pi - Kisah PiPenulis: Yann MartelAlih Bahasa: Tanti LesmanaPenerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama Jumlah Halaman: 446ISBN: 979-22-1106-3Harga: ? (dapet pinjem dari Perpustakaan UPI)Sahabat, inilah pertama kalinya saya baca kisah petualangan yang paling mendebarkan. Terutama jika dilihat dari 'originalitas' cerita. Ya. Cerita disini diambil dari kisah nyata seorang Piscine Molitor Patel. Novel petualangan ini bukan semata-mata hasil imajinasi seorang penulis. Piscine Molitor Patel, dipanggil Pi saja, adalah anak seorang pemilik Kebun Binatang (zoo) di Pondicherry, India. Ketika India berada di masa-masa penuh pergolakan pada pertengahan tahun 1970an, keluarga Pi memutuskan untuk hijrah ke Canada. Kebun Binatangnya kemudian di jual. Mereka mulai berlayar pada 21 Juni 1977 dengan menggunakan kapal barang Jepang, Tsimtsum. Beberapa hewan dibawa serta: Harimau Royal Bengal, Orang Utan, Hyena, Zebra, Kerbau, ... dengan maksud untuk dijual di Canada. Pada tanggal 2 Juli, Kapal Tsimtsum tenggelam di Samudera Pasifik. Hanya satu sekoci yang berhasil diturunkan. Disanalah Pi, Hyena, Harimau Royal Bengal yang diberi nama Richard Parker, Zebra dan Orang Utan terselamatkan. Selain 5 makhluk itu, semuanya lenyap ke dasar laut ribuan meter dalamnya. Saya kehabisan kata-kata untuk menceritakan bagaimana perjuangan Pi, anak lelaki India 16 tahun yang kurus dan kecil itu, untuk tetap survive sendirian di ganasnya Samudra Pasifik: serangan badainya, serangan makhluk laut didalamnya, amukan samudranya, ganasanya matahari dan air garamnya, dan untuk memenuhi kebutuhan manusiawinya: makan, minum, istirahat/tidur... Hebatnya lagi, Pi menghadapi perjuangannya itu dengan dibayang-bayangi Richard Parker si Harimau Royal Bengal! (hewan lainnya, Orang Utan dan Zebra dilahap si Hyena. Si Hyena sendiri mati disantap si Richard Parker). Jadi, santapan yang kemudian tersisa buat si Richard parker hanyalah Pi! Disinilah kegigihan Pi. Dia tidak menyerah begitu saja pada keadaanya yang demikian buruk. Pi merancang strategi untuk bisa hidup 'berdampingan' dengan Richard Parker. Berbulan-bulan terapung di Samudera Pasifik tentu saja semakin memperburuk kondisi fisik Pi. Dirinya sudah tak mirip manusia lagi. Air garam dan sengatan matahari merusak kulit di sekujur tubuhnya. Matanya juga pernah buta selama beberapa waktu. Dia menjalani kesengsaraan hidup itu dalam waktu yang tidak sebentar. Tujuh Bulan!! Tujuh bulan dia berpetualang mempertahankan hidup di Samudera Pasifik sebelum akhirnya terdampar di Meksiko pada 14 Februari 1978. Inilah yang membuat saya takjub dan terkesan. Di tengah kondisi terburuk sekali pun, dia selalu mempertahankan diri. Dia TIDAK menyerah atau bertindak untuk mengakhiri penderitaannya secepat mungkin. Sebab sebenarnya gampang saja jika dia ingin menyerah, tinggal menyodorkan lehernya pada si Richard Parker. Mustahil tidak mati seketika. Saya terpikat betul oleh kisah petualangan yang satu ini. Saya memasukkan novel ini ke dalam daftar buku-buku yang wajib saya beli. Sahabat, saya amat sangat berminat pada kisah-kisah petualangan. Apalagi yang diambil dari kisah nyata. Kalau diantara Sahabat ada yang punya buku-buku seperti ini, boleh dong berbagi info!Labels: dunia buku, petualangan |
| posted by dianz @ 6:17 PM
|
|
|
|
|
| Monday, February 18, 2008 |
| Cinta di Rumah Hasan Al Banna |
Judul buku: Cinta di Rumah Hasan Al BannaPenulis: Muhammad Lili Nur AuliaPenerbit: Pustaka Da'watunaJumlah Halaman: 92ISBN: 978-979-98769-7-7Harga: Rp. 11.000 (harga diskon 40%)Telah banyak buku yang mengupas Imam Hasan Al Banna dan keberhasilannya membangun pondasi gerakan dakwah al Ikhwan al Muslimun yang mengilhami geliat kebangkitan Islam di seluruh dunia. Namun, sedikit sekali referensi yang membicarakan dakwah Al Banna sebagai ayah dalam keluarganya. Nah, buku ini mencoba menghadirkan berbagai pengalaman dan kenangan anak-anak Al Banna saat ayah mereka hidup di tengah aktivitas dakwahnya yang padat. Buku ini mencoba 'mengintip' dakwah Al Banna kepada keluarganya.Yang dihadirkan dalam buku ini bukanlah teori-teori pendidikan menurut Hasan Al Banna (buku kayak gini sih udah banyak), melainkan contoh praktis tentang, misalnya, bagaimana praktek Hasan Al Banna dalam menanamkan keimanan dan kecintaan terhadap Islam, bagaimana sikapnya terhadap kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan anaknya, bagaimana bentuk perhatiannya terhadap pendidikan, dokumentasi masing-masing anak tentang perkembangan dan riwayat sakit yang pernah dialami lengkap dengan catatan kapan saja si anak sakit, sakit apa, obat apa yang pernah diberi, berikut rekomendasi dan resep-resep dokter... pendeknya sampai hal terkecil pun didokumentasikan secara detil dan rapi.Hal ini saya kira bukan pekerjaan mudah yang tidak menyita waktu, apalagi di tengah aktivitas dakwahnya yang demikian padat. Dari sini kita diyakinkan bahwa tidak ada dikhotomi antara keluarga dan dakwah. Pun tidak akan ada pertanyaan: "Mana yang lebih penting, dakwah untuk ummat atau membina keluarga?"Memang perilaku Hasan Al Banna dalam mendidik anaknya belum tentu mencerminkan sesuatu yang IDEAL dilakukan. Semua yang ideal tetap milik Rosulullah SAW sebagaimana ucapannya, "Wa anaa khairukum li ahlii..." (Aku adalah orang yang paling baik diantara kalian kepada keluarga). Tapi, apa yang dilakukan Hasan Al Banna seperti yang tertera di buku ini, merupakan contoh lahir yang bisa menjadi inspirasi kebaikan bagi kita semua.Bagi Sahabat, para Ayah sekalian, buku ini T.O.P BGT deh buat dibaca, karena ia menjadi salah satu contoh nyata para pejuang dakwah untuk memposisikan diri secara lebih tepat dalam mengemban amanah keluarga dan dakwah.Labels: dunia buku, dunia dakwah |
| posted by dianz @ 5:41 PM
|
|
|
|
|
|
|